Beranda Kerjasama antar negara




Indonesia sendiri juga berkontribusi terhadap tujuan SDG ke-9 ini. Indonesia menyediakan data terbuka dan transparan mengenai lokasi-lokasi utama terjadinya pelaksanaan SDG 9, seperti halnya di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Ambon, Timor, dan dengan jumlah terbanyak, Jawa. Perkembangan yang dituju setiap program-program ini beragam, mulai dari pembangunan IKN, perkembangan & penyebaran teknologi pertanian dan perikanan, rencana mengoptimasi perdagangan–terutama di daerah yang belum merata, serta pembukaan lapang kerja baru di Maluku, NTB, dsb.

Salah satu program yang sering muncul pada situs tersebut merupakan program SMART-Fish, yang bertujuan meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan Indonesia (Ekonomi), perbudidayaan ikan berbasis teknologi (Teknologi), infrastruktur kualitas ekspor (infrastruktur). dengan kepanjangan Sustainable Market Access through Responsible Trading of Fish atau Akses Pasar Berkelanjutan Melalui Perdagangan Ikan yang Bertanggung Jawab. Program ini tersebar dan dilaksanakan hampir di semua pulau besar Indonesia, menunjukkan koordinasi dan komitmen Indonesia dalam mewujudkan SDG 9, pada khasus ini berada pada bagian industrinya. Data dari KKP, pada bulan Juni tahun 2023, program SMART-Fish berhasil membangun 22 lokasi SFV (Smart Fish Village) di seluruh Indonesia. Tidak hanya bukti perkembangan lokasi, namun penghasilan seperti peningkatan produksi produk ikan bandeng sebanyak lebih dari 2 kali lipat sebelum dilaksanakan program.

(Data Berhubungan)

Berikut sebuah grafik dari 2019 (yang bukan berasal dari situs resmi UN mengenai SDG, namun, berhubungan dalam konteks SDG 9 ini)

Dapat disimpulkan bahwa Indonesia telah berhasil dalam mendorong pembangunan infrastruktur, industri, serta teknologi dalam negeri. SDG dimulai pada tahun 2015, sehingga grafik ini didata saat SDG sudah relevan dan menjadi salah satu landasan perkembangan. Namun, sebuah kekurangan yang masih diperjuangkan Indonesia untuk dikembangkan lagi merupakan penyebaran fasilitas yang kurang merata. Kebanyakan fasilitas modern berada di Pulau Jawa dan Sumatera, sesuai dengan penyebaran populasi penduduk juga.

Kabar baiknya, pasca-2019 sejak grafik ini didata, tempat-tempat yang “belum merata” seperti contohnya Papua, juga telah menerima perkembangan lagi. Seperti proyek infrastruktur (transportasi) Jalan Trans Papua sudah mencapai hingga 93% dari target yang hendak dicapai. Selain itu, berlangsungnya pembangunan IKN (Ibu Kota Nusantara) yang letaknya di Kalimantan Timur, dimana pada grafik merupakan salah satu tempat yang belum merata, diharapkan membawa lebih banyak penduduk dan secara langsung mendorong pembangunan dan perkembangan 3 poin SDG 9.