adalah bentuk hubungan kerjasama antara dua negara yang saling sepakat untuk bekerja sama dalam bidang-bidang tertentu, termasuk ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, dst. Kerja sama ini biasanya paling sederhana dibanding kerja sama internasional lainnya karena hanya melibatkan dua pihak negara sehingga proses musyawarah, pelaksanaan, dan pemantauan lebih cepat.
Contoh hubungan bilateral antara Indonesia dan negara lain yang berhubungan dengan SDG 9 (Infrastruktur, Industri, dan Teknologi) dapat dilihat pada proyek infrastruktur Indonesia–Jepang, MRT Jakarta, atau kerja sama Indonesia–Swiss melalui program SMART-Fish yang membantu peningkatan kualitas industri perikanan Indonesia. Kerja sama bilateral berperan dalam penyediaan teknologi, dana, SDA, dan SDM. Serta kerjasama dan perpaduan ide dan inovasi dapat semakin mendorong perkembangan/perlaksanaan program tersebut.
adalah bentuk hubungan kerjasama antara tiga negara atau lebih yang saling sepakat untuk bekerja sama dalam bidang-bidang tertentu, termasuk ekonomi, sosial, budaya, politik, pendidikan, dan lain-lain. Kerja sama ini lebih kompleks dibanding bilateral karena melibatkan banyak pihak, sehingga proses musyawarah, pelaksanaan, dan pemantauan membutuhkan koordinasi yang lebih banyak agar semua negara peserta dapat mencapai kesepakatan dan tujuan bersama.
Contoh hubungan multilateral yang berhubungan dengan SDG 9 salah satunya adalah United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), yang membantu negara berkembang meningkatkan kapasitas industri, transfer teknologi, dan pembangunan industri berkelanjutan. Meski tidak spesifik dibuat untuk SDG (karena didirikan pada tahun 1966), UNIDO melibatkan 173 negara anggota, sehingga semakin banyak dampak yang dibawa, dan lebih banyak negara yang dibantu
adalah bentuk kerja sama antara negara-negara yang berada dalam satu kawasan geografis atau wilayah tertentu (bagi Indonesia kawasan tersebut merupakan Asia Tenggara/organisasi ASEAN) untuk bekerja sama dalam bidang-bidang seperti ekonomi, perdagangan, keamanan, lingkungan, dan pembangunan. Kerja sama ini dapat mempererat solidaritas dan membangun relasi serta pemahaman mutual antar negara di kawasan tersebut, serta menangani dan menyelesaikan isu-isu yang spesifik relevan bagi wilayah tersebut.
Contoh hubungan regional yang berhubungan dengan SDG 9 adalah MPAC 2025. MPAC 2025 atau Master Plan on ASEAN Connectivity, bertujuan untuk membantu dalam pembangunan di negara-negara ASEAN, yang sejauh ini sudah cukup berhasil, mempertimbangkan bahwa MPAC baru diperbarui lagi tahun ini(didirikan pada tahun 2010 awalnya). MPAC 2010 dan 2016 telah menghasilkan 77 proyek besar untuk dilaksanakan disekitar ASEAN.