Tindakan konkret yang dapat/sudah di masyarakat Indonesia bagi pencapaian SDG 9 :
Rekomendasi mengatasi tantangan yang dihadapi negara dalam mewujudkan SDG 9 :
Saya memiliki saran sebuah solusi kecil namun inovatif, dimana pemerintah & masyarakat dapat bekerja sama menyediakan kursus/edukasi/fasilitas berliterasi yang dapat diakses oleh semua anggota masyarakat, termasuk masyarakat di daerah terpencil, masyarakat berkebutuhan khusus, dan lainnya. Menurut saya, literasi dan edukasi merupakan hal terpenting dalam pembangunan ekonomi dan industri yang semakin baik.
Fasilitas ini akan menjadi sumber informasi dan edukasi mengenai hal-hal seperti berbisnis (industri) dan menggunakan teknologi. Hal ini bisa dilakukan melalui video pembelajaran/artikel media sosial/aplikasi gratis (seperti coursera, platform yang berisi lebih dari 15 ribu kursus gratis mengenai ekonomi), infografis dan brosur di tempat-tempat penting seperti tempat pertemuan di desa, atau lainnya. Mungkin, dapat tersedia juga sumbangan saran dari pengalaman pribadi anggota-anggota masyarakat, yang dapat dimoderasi dan dipastikan kebenarannya, sehingga menyediakan solusi/saran bagi berbagai macam situasi, sehingga masyarakat bisa saling membangkitkan.
Hal terpenting, fasilitas ini harus disediakan dengan penuh transparansi dan petunjuk/saran yang terbukti berhasil, seperti cara mempromosikan merek UMKM, cara berinvestasi/melakukan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, cara bersosialisasi dan memperkenalkan budaya di internet, dan lainnya.
Fungsinya untuk meratakan kesenjangan yang ada, setidaknya sedikit, serta mengejar ketinggalan teknologi akibat SDM rendah dan pandemi. Dengan ini, dari cara paling sederhananya, menyebarkan edukasi dan literasi bagi semua anggota masyarakat.
Fasilitas dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bagian masyarakat. Saya terinspirasi dari proyek “One Laptop per Child” sempat dilaksanakan di Uruguay dan Peru, dimana sebuah organisasi berpusat Amerika Serikat, berencana menginovasikan “laptop” dengan harga terjangkau, setingan yang mudah dimengerti, serta baterai panel surya. Sayangnya, teknologi yang diinovasikan belum cukup maju, sehingga harga laptop masih tidak terjangkau, US$100 atau 1.66 juta ribu rupiah. Menurut saya, ini salah satu program yang seharusnya tidak ditinggalkan, dan harus diteruskan. Terutama dengan bantuan negara lain seperti Cina, Korea Selatan, dan Singapura, yang terdata menjadi salah satu negara yang memiliki teknologi tercanggih, program ini pasti semakin disempurnakan dan dapat mencapai sukses yang diharapkan.
Saya sebagai siswi, bukan orang yang tepat untuk memulai suatu proyek skala besar seperti ini. Namun saya dapat memulai versi-versi kecilnya. Contohnya, dari wawancara UMKM untuk pembelajaran IL yang dilakukan kelompok saya, saya mendapat banyak saran dan cerita dari pemilik toko (Futaria). Saat saya ingin mencoba untuk membuat produk/usaha saya sendiri, saya juga dapat mengikuti sarannya. Serta, saya dapat menyebarkan dan mengajarkan teman-teman juga, karena berbagi ilmu bukan berarti saya semakin kalah, namun kami saling membangkitkan. Saya juga memiliki mimpi yang besar untuk menjadi sebuah pendidik dan pengusaha. Saya ingin kedua hal tersebut menjadi misi sampingan besar saya, dimana sambil mengejar profesi andalan saya (psikolog atau bisnis), saya ingin membuka bisnis juga, berupa bisnis busana. Saya gemar mendesain pakaian yang menarik, sehingga harapan saya saya dapat berkontribusi dalam industri UMKM. Saya juga ingin menjadi pendidik, dalam konteks saya ingin berbagi ilmu, karena saya juga senang mengajar seseorang. Saya ingin menjadi guru les yang melebihi pembelajaran sekolah siswa, atau instruktur dalam bidang kerja/jurusan saya (psikolog atau bisnis).
Program yang saya sarankan ini paling berhubungan dengan sila ke-2, ke-3, dan ke-5 Pancasila. Sila ke-2, tentang keadilan serta hak dan kewajiban anggota-anggota masyarakat, tepat mencerminkan tujuan dan dasar dari program ini. Pendidikan & Literasi dasar merupakan hak warga untuk berkembang/mengembangkan bisnis demi mencapai kehidupan sejahtera, namun juga menjadi kewajiban masing-masing anggota masyarakat demi berkontribusi untuk negara. Program ini juga hanya dapat diwujudkan dengan adanya persatuan (sila ke-3), seperti fitur saran terbuka. Kemudian sila ke-5, dimana memberi edukasi yang layak mengenai industri, merupakan bentuk langkah mewujudkan lingkungan sosial yang lebih adil.
Program inovatif ini juga berhubungan dengan nilai-nilai Serviam :